Blessing di awal Ramadhan
Semua nampaknya setuju bahwa Ramdhan adalah bulan penuh berkah untuk setiap orang. Konon Allah membuka pintu langit dan mencurahkan rahmatnya ke seluruh isi bumi pada bulan itu. Blessing and forgiveness yang bisa kita raih di bulan itu (kalo sampe nggak dapet.. duh rugi bandar kayaknya ya..).
And… I can not more agree with the statement. Allah menunjukkan rahmatnya bahkan sebelum Ramadhan di mulai.
Di tengah keceriaan karena sudah tinggal satu kota dengan suami plus beliau sudah selesai training di kantornya yang baru (so ketemuan tiap hari deh) saya sudah sibuk membayangkan menu apa yang harus disiapkan buat sahur, buka, etc. Puasa dimulai hari Sabtu dan berdasarkan perhitungan “tamu bulanan” mestinya datang hari Senin, 2 hari setelahnya. So horeee… bisa mengalami hari puasa pertama. Saking percayanya sama prediksi itu.. so saya kecewa berat ketika 4 hari menjelang Ramadhan memperoleh tanda2 si tamu mau datang. Kecewa sekaligus heran.. tamu kok datangnya cepat sekali. Tapi ya sutralah.
Hari kamisnya.. kok si tamu nggak nongol juga tapi tanda-tandanya kok tetep ada. Tapi saya sudah menganggap.. Ok.. I got my period. Tapi akhirnya di jumat pagi pukul 00.05 (sekitar jam segitulah..), suatu pikiran mulai mengusik. Could it be??? Kok ciri2nya mirip dengan….. Jangan2..??? Selama ini kan saya menunggu memiliki tanda-tanda ini.
Akhirnya, pagi2 buta saya langsung menyambar pregnancy test yang memang rajin saya beli setiap bulannya. 2 hari sebelumnya saya sudah melakukan test namun negatif. Tapi kok feeling ini berkata lain… and finnally.. pemandangan yang selama ini saya tunggu2 pun nampak.. 2 strip muncul walau masih samar. Setengah tak percaya saya pun menemui suami yang kebetulan memang belum tidur.. “Mas… kayaknya aku hamil deh..” Dengan nada ragu, pelan. Sama sekali tak ada pekik kehebohan seperti yang saya bayangkan sebelumnya (kebanyakan nonton pelem dimana si perempuan sampe dipeluk,diangkat terus diputer2 sama suaminya :p). Kami cuman berpandangan antara senang dan takut hasil tesnya salah. “Besok di tes lagi deh. Biar yakin. Beli lagi 2 atau 3 ya.” Si Mas bersabda. Dan malam itu saya tidur dengan gelisah.. tak sabar ingin segera ke apotek.
Singkat kata, 3 jenis pregnancy test dari 3 merk berbeda sudah di tangan. Saya sengaja minum bergelas-gelas untuk mendukung kelancaran. Di kantor bolak balik menunggu saat pengujian dan ternyata 3 alat test menunjukkan hasil yang sama.. 2 strip alias positif. Detik itu juga saya mengirimkan SMS kepada suami yang berisikan sepatah kata “Alhamdulillah” dan dibalas dengan ucapan yang sama “ALhamdulillah” (Duh.. si mas copy paste nihh hihihi).
Hari itu saya langsung memutuskan untuk menjadwal ulang rencana kepulangan ke Bandung sampai menunggu konfirmasi dari dokter keesokan harinya. Seperti mimpi rasanya. Setelah 8 bulan pernikahan yang selalu diisi dengan mencocokkan jadwal (berhubung frekuensi bertemu suami yang tidak teratur) akhirnya moment itu datang juga. Tidak segegap gempita yang dibayangkan sebelumnya, tapi tidak mengurangi kebahagiaan yang ada.
Thank U Allah…